Kamis, 05 Februari 2009

Lima Menit Saja

Lima Menit Saja


Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat sebuah Taman Main pada suatu minggu pagi yang indah cerah.

"Tuh.., itu putraku yang di situ," katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.

"Wah, bagus sekali bocah itu," kata bapak di sebelahnya.

"Lihat anak yangsedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku," sambungnya, memperkenalkan.

Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. "Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?"

Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, "Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa...?"

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. "Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?"

Lagi-lagi Jack memohon, "Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?" pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Pria itu bersenyum dan berkata, "OK-lah, iyalah..."

"Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar," ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu.

Pria itu membalas senyum, lalu berkata, "Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya...."

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas.Prioritas apa yang Anda miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya.

Rabu, 04 Februari 2009

My Faith



Gembala Baik Bersuling Nan Merdu.

Awalnya saya berpikir kalau Lagu yang berJudul Gembala Baik Bersuling nan Merdu ini merupakan lagu sendu, tapi setelah mendengarkan versi Herlin Pirena yang modelnya country, membuatku semangat untuk mendengarnya.

Jika anda ingin mendownload lagu ini, silahkan klik disini

Selasa, 03 Februari 2009

I-Mate Ultimate 9502


Bulan juli 2008, saya memutuskan memilih I-mate Ultimate 9502 sebagai handled device untuk dipakai sehari-hari.

Sebelumnya beberapa pilihan muncul yakni HTC Tytn dan HTC Cruise.
Namun, setelah membandingkan ke 3 device ini, keinginan memiliki model device yang unik dan elegan dan minimalis dalam tampilan jatuh pada Imate 9502.

Sampai sekarang saya senang memakainya, beberapa fitur yang menurut saya menjadi andalan pda phone dengan WM 6.0 Profesional ini adalah layar model VGA yang cukup jernih, TV-Out, Kemampuan Navigator alias GPS yang lumayan, kualitas suara yang mantap, kamera yang sudah punya pixel yang cukup dan tampilan yang elegan.

Lebih 40 an software + Games yang saya instal didalamnya, namun kecepatannya tetap stabil.

Namun kekurangannya adalah pada daya tahan baterai yang mungkin tidak mencukupi jika Anda cukup sering menggunakannya.

dibawah ini spec.nya


Spesifikasi :
Jaringan: GSM 850 / 900 / 1800 / 1900

UMTS 850 / 1900 / 2100

Data: GPRS + EDGE + UMTS (3G) + HSDPA + WiFi

Layar: 640x480 pixel, 2.8",
resolusi VGA, touc
hscreen
Kamera: 3 megapixel dengan autofocus + flash(main) 0.3 pixel (sub)

Ukuran: Large PDA/slider 116x60x18 mm / 200 gram
Bluetooth: Ya

Memory card: microSD

Infra-red: Tidak
Polyphonic: Ya

Java: Terbatas

Baterai: 3 jam bicara / 8 hari stand by (3G) 4 jam bicara / 7 hari stand by (2G)